Home Destinasi Pantai Tiga Warna, pantai yang wajib di kunjungi saat liburan ke malang

Pantai Tiga Warna, pantai yang wajib di kunjungi saat liburan ke malang

0
SHARE

Membayangkan liburan ke pantai itu ibarat janjian ketemuan dengan teman yang kenal melalui media sosial, yang ada hanya bayangan abstract, bisa saja rekan mbois bertemu dengan cewek atau cowok cakep tapi bisa juga kebalikkan nya. Mirip dengan saat bermain ke pantai, bisa juga rekan mbois akan mendapat pengalaman yang mengasikkan atau mendapatkan pantai dengan kondisi yang memprihatinkan, kotor, panas, tiket masuk yang tidak sesuai sampai dengan nenek-nenek yang ber bikini :). Bayangan itu akan hilang saat rekan mbois berkunjung ke malang tepat nya di daerah Pantai Selatan, di sana rekan mbois bisa melihat bagaimana warga sekitar dan pengunjung bisa menjaga kebersihan serta keindahan pantai tersebut. Salah satu nya adalah pantai tiga warna yang berada satu area Clungup Mangrove Conservation (CMC) Tiga Warna


Yayasan Bhakti Alam Sendang Biru berdiri berdasarkan atas inisiasi Bapak Saptoyo, Lia Putrinda, dan Aditya Rheza selaku pendiri Yayasan yang dilatar belakangi oleh kerusakan alam yang terjadi di kawasan mangrove. Sebelumnya pada tahun 2005 hingga 2011 terdapat gerakan perorangan Pak Saptoyo untuk menyelamatkan mangrove yang tersisa di kawasan hutan mangrove Clungup. Pada tahun 2012 mulai terbentuknya Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) guna mengawasi lingkungan pesisir seperti kawasan hutan mangrove, serta pantai. Kemudian pada tahun 2014 mulai berkembang untuk melakukan aktivitas lebih dari pengawasan pesisir. Setelah berjalannya aktivitas-aktivitas tersebut, perlahan inisiator dan anggota POKMASWAS Gatra Olah ALam Lestari (GOAL) Sendang Biru mulai menyebarkan “virus” kepedulian terhadap lingkungan kepada masyarakat setempat.

Pada tanggal 24 Oktober 2014 berdirilah yayasan ini guna meningkatkan kelestraian lingkungan yang tidak hanya berfokus pada pengawasannya saja melainkan upaya-upaya yang dapat dilakukan masyarakat setempat dan masyarakat umum (pengguna jasa wisata) untuk ikut serta dalam pelestarian lingkungan. Hingga kini, kegiatan konservasi yang dilakukan Bhakti Alam semakin besar seiring pengelolaan kawasan mangrove, pesisir, dan pantai yang konsisten. Kegiatan yang lebih fokus pada konservasi mangrove melahirkan gerakan baru dari Bhakti Alam yang berlabel Clungup Mangrove Conservation. Sesuai namanya, pengelolaan Clungup Mangrove Conservation tidak berorientasi pada bisnis melainkan pada Ekologi, Sosial, dan Ekonomi .

Saat rekan mbois berkunjung ke sini tidak serta merta bisa langsung masuk ke area Pantai tiga Warna, tetapi rekan mbois harus booking dulu, karena pantai ini masih dalam kawasan konservasi sehingga pengunjung di batasi.
Kemudian saat memasukki area CMC Tiga Warna, petugas akan melakukan pengecekkan serta pendataan barang bawaan yang berpotensi menimbulkan sampah dan nanti nya saat rekan mbois selesai berkunjung ke area cmc tiga warna akan dilakukan cek ulang sehingga tidak ada sampah yang tertinggal di area konservasi cukup kenangan yang tertinggal disana. Memang alur nya agak sedikit ribet, tetapi demi tetap ikut menjaga dan memelihara alam tidak ada salah nya hal baik di lakukan.


Saat masuk area konservasi rekan mbois akan di pandu oleh guide yang telah di sediakan dari CMC Tiga Warna, karena lokasi pantai tiga warna berada sekitar 60 menit dari pantai gatra, dan rekan mbois saat perjalanan kesana akan menyusuri hutan mangrove karena itu dengan ada nya guide membuat kemungkinan kecil rekan mbois untuk kesasar.Setelah sampai di pantai tiga warna, rekan mbois bisa menikmati indah dan bersih nya pantai ini. Jika rekan mbois beruntung akan bisa melihat gradasi tiga warna yang ada di pantai, warna birum hijau mudah dan hijau tua.
Jika rekan mbois hobi dengan snorkling, cmc tiga warna juga menyedikan alat snorkling serta pelampung, jika beruntung rekan mbois bisa melihat nemo secara langsung.

Sedikit tips untuk rekan mbois yang akan berkunjung ke CMC Tuga Warna khusus nya ke pantai tiga warna,
Pertama, Booking dulu untuk ketersediaan quota berkunjung nya.
Kedua, persiapkan peralatan untuk melakukan perjalanan mulai dari sandal gunung, air mineral, dll.
Ketiga, jangan lupa berdoa saat memulai perjalanan
dan yang terakhir jangan tinggal kan sampah.

By Slamet Agus Cahyono

LEAVE A REPLY